HistoriPos.com, Pohuwato — Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Pohuwato, Nirwan Due, melaksanakan agenda reses masa persidangan ke-2 tahun ke-2 masa jabatan 2024-2029 di Desa Buntulia Jaya, Kecamatan Duhiadaa, Pohuwato, Senin (9/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, legislator dari Partai Gerindra ini menyerap berbagai keluhan krusial mulai dari sektor pertanian hingga krisis Gas Elpiji.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, di antaranya Kepala Dinas Perindagkop, perwakilan Dinas Pertanian, Dinas Perhubungan, serta Kepala Desa Buntulia Jaya.
Menanggapi aspirasi masyarakat terkait Penerangan Jalan Umum (PJU), sedimentasi, hingga gagal panen, Nirwan Due menegaskan akan segera mengambil langkah konkret. Untuk permasalahan yang tidak berkonsekuensi pada anggaran besar, pihaknya menjadwalkan tindak lanjut secara cepat.
“Masalah yang tidak berkaitan dengan konsekuensi anggaran, insyaallah besok akan kami tindak lanjuti melalui rapat kerja bersama OPD terkait. Kami ingin masalah-masalah yang disampaikan masyarakat segera mendapatkan solusi teknis,” ujar Aleg dari Dapil 5 (Duhiadaa-Patilanggio) tersebut.
Sektor pertanian menjadi sorotan tajam dalam reses kali ini. Warga mengeluhkan distribusi bibit yang dinilai tidak layak tanam dan tidak tepat sasaran. Menanggapi hal itu, Nirwan menjelaskan bahwa penentuan jenis bibit merupakan kewenangan Pemerintah Pusat.
“Kaitan dengan bibit, ini memang kewenangan pusat, bukan kabupaten atau provinsi. Namun, kami akan melakukan langkah-langkah pendorong agar aspirasi petani terkait kelayakan bibit ini sampai ke pihak berwenang di pusat,” jelasnya.
Selain itu, untuk mengatasi masalah sedimentasi yang menghambat produktivitas petani padi, DPRD Pohuwato telah menyepakati komitmen internal untuk pengadaan unit alat berat. Langkah ini diambil agar pemerintah daerah memiliki kesiapan armada dalam menangani kebutuhan infrastruktur dasar petani secara mandiri.
Isu kelangkaan Gas LPG 3 Kg dan BBM juga menjadi perhatian utama, mengingat waktu yang mendekati bulan suci Ramadan. Nirwan Due berkomitmen untuk mengawal janji Dinas Perindagkop dalam menjaga stabilitas stok di lapangan.
“Kami memiliki komitmen bersama untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap keluhan masyarakat. Kami juga akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi terkait penambahan kuota pangkalan gas. Sebagai catatan, pada 2023 kami pernah mengawal penambahan hingga 15 pangkalan di Pohuwato, dan upaya serupa akan kami dorong kembali ke Pertamina melalui jalur provinsi,” pungkasnya. (Rh)


















