HistoriPos.com, Pohuwato — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pohuwato dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Febriyanto Mardain, melaksanakan agenda Reses Masa Persidangan Ke-2 Tahun Ke-2 Masa Jabatan 2024-2029 di Desa Botubilotahu, Kecamatan Marisa, Minggu (8/2/2026).
Kegiatan serap aspirasi ini dihadiri oleh Camat Marisa Usman H. Bay, Sekretaris DPRD Hamkawaty Mbuinga, Sekretaris Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta masyarakat setempat.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat Desa Botobilotahu menyampaikan berbagai persoalan krusial yang tengah dihadapi, mulai dari sulitnya akses permodalan UMKM, pengaspalan jalan di Dusun Iloponu, hingga masalah infrastruktur Penerangan Jalan Umum (PJU).
Selain itu, dua isu sensitif yang menjadi sorotan utama adalah kelangkaan gas elpiji di pangkalan yang memicu lonjakan harga hingga Rp50.000 – Rp60.000, serta aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dituding menjadi penyebab banjir di wilayah Kecamatan Marisa.
Menanggapi keluhan terkait UMKM dan infrastruktur, Febriyanto menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Pohuwato tengah mengalami efisiensi anggaran yang cukup ketat.
“Bahkan di tahun ini (2026), program UMKM itu tidak ada. Tapi tahun kedapan insya allah kalau anggarannya sudah memadai dan maksimal itu bisa di anggarankan,” jelas Febriyanto.
Terkait PJU di jalan trans yang banyak padam, legislator Muda PPP ini berkomitmen membawa masalah tersebut ke ranah yang lebih tinggi demi keamanan warga.
“Ternyata masalanya itu efesiensi, ada hal-hal yang skala prioritas. Akan tetapi ini juga menjadi catatan karja PJU juga penting untuk menghindari adanya kecelakaan dan aksi-aksi kriminal lainnya. Ini akan tetap menjadi catatan saya dan nanti akan saya bawa ke paripurna DPRD,” ujarnya.
Tak sampai disitu, terkait PJU yang berada di Dusun Iloponu Febri akan melakukan peninjaun langsung.
“Nanti persoalan PJU di Dusun Iloponu saya akan pasang lampu, nanti kita tinjau langsung, habis ini ingatkan saya,” ucapnya.
Sebagai Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Pohuwato, Febriyanto memberikan perhatian serius pada masalah gas elpiji. Ia menegaskan bahwa pihak legislatif telah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di awal tahun dan akan terus mengawal persoalan ini.
“Ini juga menjadi atensi bagi saya, saya sebagai wakil ketua Komisi 2 akan di tidak lanjuti persoalan gas elpiji melalui RDP,” tegasnya.
Menutup kegiatan reses, Febriyanto juga memberikan pandangannya mengenai polemik pertambangan emas. Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif terhadap kelestarian lingkungan demi mencegah bencana banjir yang terus menghantui warga Marisa.
“Saya tidak melarang, akan tetapi dalam konteks yang berdampak pada lingkungan harus kita perhatikan juga bersama,” tutup Febriyanto. (Rh)



















