• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 15 Maret, 2026
Histori Pos
  • Daerah
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • Info
    • Opini
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Histori Pos
  • Daerah
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • Info
    • Opini
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Histori Pos
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • Info

Home » Ribuan Warga Pohuwato Bergerak, AMBEPEDA Siap Gelar Aksi Besar-Besaran Menuntut Keadilan Penambang

Ribuan Warga Pohuwato Bergerak, AMBEPEDA Siap Gelar Aksi Besar-Besaran Menuntut Keadilan Penambang

Redaksi by Redaksi
September 5, 2025
in Info
4 0
0
40
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

HistoriPos.com, Pohuwato — Suasana di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, memanas seiring dengan rencana aksi massa besar-besaran yang digagas oleh Aliansi Masyarakat Bersama Penambang Daerah (AMBEPEDA). Aksi ini direncanakan akan dipusatkan di Desa Hulawa dan sekitarnya, sebagai puncak dari kekecewaan masyarakat terhadap berbagai isu yang tak kunjung terselesaikan, terutama yang berkaitan dengan aktivitas tambang.

Jenderal Lapangan AMBEPEDA, Taufik Dunggio, menegaskan bahwa aksi kali ini berbeda dari unjuk rasa biasa.

“Ini akan menjadi aksi massa terbesar, karena beberapa hari terakhir kami telah menyebarkan selebaran dan berkomunikasi langsung dengan tukang ojek, pedagang, serta kabilasa. Sudah banyak masyarakat yang menyatakan siap bergabung,” ujar Taufik.

RelatedPosts

Owan (Boalemo) Raih Juara Pertama Dangdut Academy 6

Peduli Sesama, Polsek Paguat Bagikan Takjil Gratis kepada Masyarakat

Penambang Lokal Secara Sukarela Lakukan Normalisasi Sungai Balayo

Lifter Indonesia Lisa Rumbewas, Tutup usia

Menurut AMBEPEDA, penderitaan masyarakat kecil semakin memuncak akibat dugaan praktik-praktik tidak sehat yang dilakukan oleh perusahaan dan lemahnya regulasi pemerintah. Mereka menuding negara dan perusahaan tambang mengabaikan penderitaan rakyat demi kepentingan ekonomi semata.

Ada enam persoalan utama yang menjadi tuntutan dalam aksi ini, mencakup masalah ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berdampak langsung pada kehidupan warga:

Hak Masyarakat Adat yang Terabaikan: AMBEPEDA menyoroti hak masyarakat adat atas pengelolaan tambang yang dinilai semakin tergerus. Mereka mendesak pemerintah untuk mengembalikan hak-hak tersebut agar masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari kekayaan alam di wilayah mereka.

Krisis Air Bersih: Masyarakat di Desa Hulawa mengeluhkan krisis air bersih yang terus berlanjut. Kondisi ini diduga akibat dampak langsung dari operasional tambang, yang merusak sumber-sumber air alami.

Infrastruktur Jalan yang Rusak: Kondisi jalan desa yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. AMBEPEDA menuntut agar perusahaan tambang bertanggung jawab penuh atas kerusakan ini.

Infrastruktur Jalan yang Rusak: Kondisi jalan desa yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. AMBEPEDA menuntut agar perusahaan tambang bertanggung jawab penuh atas kerusakan ini.

Permasalahan Ketenagakerjaan: Adanya ketidakadilan dalam rekrutmen tenaga kerja di perusahaan tambang menjadi sorotan utama. Masyarakat menganggap perusahaan tidak berpihak pada tenaga kerja lokal, sehingga janji-janji kesejahteraan yang sempat disuarakan tidak terealisasi.

Penciutan Wilayah Tambang: Aksi ini juga menuntut penjelasan terkait penciutan wilayah tambang seluas 100 hektare yang berdampak langsung pada ruang hidup masyarakat.

Distribusi Dana CSR yang Tidak Jelas: AMBEPEDA mempertanyakan transparansi dan efektivitas dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Mereka menuding distribusi dana tidak jelas dan tidak tepat sasaran, sehingga masyarakat setempat tidak merasakan manfaat dari keberadaan perusahaan.

Selain itu, AMBEPEDA juga menyinggung polemik pengalihan status Desa Hulawa yang menimbulkan keresahan, serta tata letak Polsubsektor Buntulia yang dianggap tidak strategis dalam menjaga keamanan warga.

Taufik Dunggio menegaskan, jika persoalan ini terus diabaikan, ia khawatir kemarahan rakyat akan kembali memuncak. Ia mengingatkan kembali tragedi 21 September 2023 yang sempat menorehkan luka mendalam bagi masyarakat Pohuwato.

“Kalau pihak perusahaan masih memancing kemarahan rakyat dengan mengabaikan tuntutan yang sudah berulang kali disuarakan, jangan salahkan masyarakat ketika perlawanan kembali membesar,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan tambang maupun pemerintah daerah. Masyarakat kini menanti langkah nyata dari para pemangku kepentingan, agar gelombang ketidakpuasan tidak semakin membesar dan berujung pada konfrontasi yang merugikan semua pihak. (Rh)

Tags: AmbepedaDemoPenambangPohuwato
Share2Tweet1Send
Previous Post

BRI Cabang Marisa Beri Penjelasan, Masalah Asuransi Nasabah Selesai dengan Baik

Next Post

Kapolres Pohuwato Bakal Teruskan Aspirasi Ambepeda ke Mabes Polri Soal Polsubsektor

Redaksi

Redaksi

Sebagai TIM Redaksi di historipos.com

Related Posts

Info

Hutan Lindung Marisa di Banjiri Sampah

Oktober 22, 2024
9
Info

KPU RI Lakukan Pengundian Nomor Urut Capres/Cawapres 2024, Berikut Hasil Udian

November 14, 2023
4
historipos
Info

Siap&Siap, AJP Bakal Berikan Penghargaan Kepada Narasumber Terbaik

Juli 24, 2023
4
Info

Sahur Praktis dan Penuh Nutrisi: Kunci Puasa Lancar dan Berenergi

Maret 14, 2024
10
Info

Mahasiswa UNG Antusias Pelajari Tambang Berkelanjutan dari Pani Gold Project

Juni 4, 2024
12
Info

Ramadhan Berkah: Rema Muda Masjid Nabawi Desa Suka Makmur Tebar Kebaikan dengan Bagi-Bagi Takjil

Maret 20, 2024
64
Load More
Next Post

Kapolres Pohuwato Bakal Teruskan Aspirasi Ambepeda ke Mabes Polri Soal Polsubsektor

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Dianiaya hingga Kehilangan Penglihatan, Reza Justru Dipanggil Polisi atas Laporan Terduga Pelaku

September 16, 2025

Hasil Medis: Mata Kiri Rezaldi Alami Buta Permanen, Kuasa Hukum Minta Penyidik Tahan Pelaku

Oktober 3, 2025

Siap-Siap, Nasir Kantongi Bukti Keterlibatan Oknum Kepala Desa dan ASN Pada Pemilu 2024

Februari 17, 2024

Bermodalkan Kuitansi, Aset Pemerintah Daerah di Lahan HGU Dibongkar Sepihak

November 13, 2025

Tak Hadirnya PT PETS, Mediasi Perkara IUP KUD di Tunda

0
historipos

Gegara Tak Terima Anaknya di Tuduh Pencuri, Orang Tau Siswa Mengamuk di Sekolah

0
historipos

Kuasa Hukum Penambang Pohuwato Ungkap Alasan di Tundanya Mediasi

0
historipos

Proyek Pembangunan Kandang Ayam di Karya Baru Diduga Janggal, Ketua BPD Tutup Mata?

0

Kinerja Satpol PP Pohuwato Dipertanyakan: Penegakan Perda Mati Suri di Tengah Maraknya Praktek Maksiat di Pusat Ibu Kota

Maret 12, 2026

Imbas Kebijakan Gubernur Gorontalo, Akbar Baderan: Hasil Keringat Rakyat Kini Tak Bernilai Jual

Maret 10, 2026

Moh Afif Kritik Gubernur Gorontalo: Penertiban Tambang Tanpa Solusi Matikan Ekonomi Rakyat!

Maret 10, 2026

Kritik Keras Fraksi Gerindra: Pemprov Gorontalo Dinilai Apatis Terhadap Nasib Ribuan Penambang Pohuwato

Maret 10, 2026
Hukum

Kinerja Satpol PP Pohuwato Dipertanyakan: Penegakan Perda Mati Suri di Tengah Maraknya Praktek Maksiat di Pusat Ibu Kota

by Redaksi
Maret 12, 2026
0
19

HistoriPos.com, Pohuwato — Kabupaten Pohuwato tengah berada dalam sorotan tajam akibat maraknya berbagai aktivitas yang dinilai melanggar norma sosial dan...

Read more

Imbas Kebijakan Gubernur Gorontalo, Akbar Baderan: Hasil Keringat Rakyat Kini Tak Bernilai Jual

Moh Afif Kritik Gubernur Gorontalo: Penertiban Tambang Tanpa Solusi Matikan Ekonomi Rakyat!

Kritik Keras Fraksi Gerindra: Pemprov Gorontalo Dinilai Apatis Terhadap Nasib Ribuan Penambang Pohuwato

HUT ke-9 SMSI, Pengurus Pohuwato Gelar Amaliah Ramadan dan Wakaf Al-Qur’an

  • Dianiaya hingga Kehilangan Penglihatan, Reza Justru Dipanggil Polisi atas Laporan Terduga Pelaku

    158 shares
    Share 63 Tweet 40
  • Hasil Medis: Mata Kiri Rezaldi Alami Buta Permanen, Kuasa Hukum Minta Penyidik Tahan Pelaku

    85 shares
    Share 34 Tweet 21
  • Siap-Siap, Nasir Kantongi Bukti Keterlibatan Oknum Kepala Desa dan ASN Pada Pemilu 2024

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Bermodalkan Kuitansi, Aset Pemerintah Daerah di Lahan HGU Dibongkar Sepihak

    64 shares
    Share 26 Tweet 16
  • Motif Suami di Pohuwato Tega Habisi Nyawa Istri dan Temannya Terungkap

    56 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2023 Historipos - Hosted By MJP Cloud Service.

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Hukum
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • Opini
  • Info

© 2023 Historipos - Hosted By MJP Cloud Service.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.