• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 13 Juni, 2026
Histori Pos
  • Daerah
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • Info
    • Opini
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Histori Pos
  • Daerah
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • Info
    • Opini
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Histori Pos
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • Info

Home » Ribuan Warga Pohuwato Bergerak, AMBEPEDA Siap Gelar Aksi Besar-Besaran Menuntut Keadilan Penambang

Ribuan Warga Pohuwato Bergerak, AMBEPEDA Siap Gelar Aksi Besar-Besaran Menuntut Keadilan Penambang

Redaksi by Redaksi
September 5, 2025
in Info
4 0
0
40
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

HistoriPos.com, Pohuwato — Suasana di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, memanas seiring dengan rencana aksi massa besar-besaran yang digagas oleh Aliansi Masyarakat Bersama Penambang Daerah (AMBEPEDA). Aksi ini direncanakan akan dipusatkan di Desa Hulawa dan sekitarnya, sebagai puncak dari kekecewaan masyarakat terhadap berbagai isu yang tak kunjung terselesaikan, terutama yang berkaitan dengan aktivitas tambang.

Jenderal Lapangan AMBEPEDA, Taufik Dunggio, menegaskan bahwa aksi kali ini berbeda dari unjuk rasa biasa.

“Ini akan menjadi aksi massa terbesar, karena beberapa hari terakhir kami telah menyebarkan selebaran dan berkomunikasi langsung dengan tukang ojek, pedagang, serta kabilasa. Sudah banyak masyarakat yang menyatakan siap bergabung,” ujar Taufik.

RelatedPosts

Gugatan IUP 100Ha Dicabut, Bawas KUD Dharma Tani Beri Apresiasi

Sahur Praktis dan Penuh Nutrisi: Kunci Puasa Lancar dan Berenergi

Bersama YR, Gerakan Penambang Rakyat Tunjukkan Kepedulian Lingkungan dan Sosial di Pohuwato

Tanpa di Dampingi Wakilnya, Salahudin Pakaya Serahkan Syarat Calon Perseorangan

Menurut AMBEPEDA, penderitaan masyarakat kecil semakin memuncak akibat dugaan praktik-praktik tidak sehat yang dilakukan oleh perusahaan dan lemahnya regulasi pemerintah. Mereka menuding negara dan perusahaan tambang mengabaikan penderitaan rakyat demi kepentingan ekonomi semata.

Ada enam persoalan utama yang menjadi tuntutan dalam aksi ini, mencakup masalah ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berdampak langsung pada kehidupan warga:

Hak Masyarakat Adat yang Terabaikan: AMBEPEDA menyoroti hak masyarakat adat atas pengelolaan tambang yang dinilai semakin tergerus. Mereka mendesak pemerintah untuk mengembalikan hak-hak tersebut agar masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari kekayaan alam di wilayah mereka.

Krisis Air Bersih: Masyarakat di Desa Hulawa mengeluhkan krisis air bersih yang terus berlanjut. Kondisi ini diduga akibat dampak langsung dari operasional tambang, yang merusak sumber-sumber air alami.

Infrastruktur Jalan yang Rusak: Kondisi jalan desa yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. AMBEPEDA menuntut agar perusahaan tambang bertanggung jawab penuh atas kerusakan ini.

Infrastruktur Jalan yang Rusak: Kondisi jalan desa yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. AMBEPEDA menuntut agar perusahaan tambang bertanggung jawab penuh atas kerusakan ini.

Permasalahan Ketenagakerjaan: Adanya ketidakadilan dalam rekrutmen tenaga kerja di perusahaan tambang menjadi sorotan utama. Masyarakat menganggap perusahaan tidak berpihak pada tenaga kerja lokal, sehingga janji-janji kesejahteraan yang sempat disuarakan tidak terealisasi.

Penciutan Wilayah Tambang: Aksi ini juga menuntut penjelasan terkait penciutan wilayah tambang seluas 100 hektare yang berdampak langsung pada ruang hidup masyarakat.

Distribusi Dana CSR yang Tidak Jelas: AMBEPEDA mempertanyakan transparansi dan efektivitas dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Mereka menuding distribusi dana tidak jelas dan tidak tepat sasaran, sehingga masyarakat setempat tidak merasakan manfaat dari keberadaan perusahaan.

Selain itu, AMBEPEDA juga menyinggung polemik pengalihan status Desa Hulawa yang menimbulkan keresahan, serta tata letak Polsubsektor Buntulia yang dianggap tidak strategis dalam menjaga keamanan warga.

Taufik Dunggio menegaskan, jika persoalan ini terus diabaikan, ia khawatir kemarahan rakyat akan kembali memuncak. Ia mengingatkan kembali tragedi 21 September 2023 yang sempat menorehkan luka mendalam bagi masyarakat Pohuwato.

“Kalau pihak perusahaan masih memancing kemarahan rakyat dengan mengabaikan tuntutan yang sudah berulang kali disuarakan, jangan salahkan masyarakat ketika perlawanan kembali membesar,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan tambang maupun pemerintah daerah. Masyarakat kini menanti langkah nyata dari para pemangku kepentingan, agar gelombang ketidakpuasan tidak semakin membesar dan berujung pada konfrontasi yang merugikan semua pihak. (Rh)

Tags: AmbepedaDemoPenambangPohuwato
Share2Tweet1Send
Previous Post

BRI Cabang Marisa Beri Penjelasan, Masalah Asuransi Nasabah Selesai dengan Baik

Next Post

Kapolres Pohuwato Bakal Teruskan Aspirasi Ambepeda ke Mabes Polri Soal Polsubsektor

Redaksi

Redaksi

Sebagai TIM Redaksi di historipos.com

Related Posts

Info

Pani Gold Project Dukung Penuh Siswa SMAN 1 Randangan Ikuti Seleksi Paskibraka Nasional

Juni 27, 2024
5
Info

Pani Gold Project Bantu Perbaikan Masjid Nurul Iman di Desa Hulawa

Mei 4, 2024 - Updated on Mei 24, 2024
7
Info

Guru, Siswi dan Orang Tua Kompak Bantah Rumor Pelecehan di Pohuwato

Januari 13, 2024 - Updated on Januari 14, 2024
98
Info

Peduli Korban Banjir Tolinggula, HMI Pohuwato Gelar Aksi Kemanusiaan

April 13, 2024
41
Ekonomi

Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat di Randangan, BRI Cabang Marisa Lakukan Investigasi Internal

Juni 8, 2026
45
Info

Berikan Rasa Aman dan Nyaman ke Masyarakat, Ratusan Personel Polres Pohuwato Amankan Perayaan Ketupat

April 17, 2024
6
Load More
Next Post

Kapolres Pohuwato Bakal Teruskan Aspirasi Ambepeda ke Mabes Polri Soal Polsubsektor

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Babak Baru Kasus Penganiayaan di Marisa: Tersangka FH Resmi Jadi Tahanan Kejaksaan

April 6, 2026

Dianiaya hingga Kehilangan Penglihatan, Reza Justru Dipanggil Polisi atas Laporan Terduga Pelaku

September 16, 2025

Hasil Medis: Mata Kiri Rezaldi Alami Buta Permanen, Kuasa Hukum Minta Penyidik Tahan Pelaku

Oktober 3, 2025

Siap-Siap, Nasir Kantongi Bukti Keterlibatan Oknum Kepala Desa dan ASN Pada Pemilu 2024

Februari 17, 2024

Tak Hadirnya PT PETS, Mediasi Perkara IUP KUD di Tunda

0
historipos

Gegara Tak Terima Anaknya di Tuduh Pencuri, Orang Tau Siswa Mengamuk di Sekolah

0
historipos

Kuasa Hukum Penambang Pohuwato Ungkap Alasan di Tundanya Mediasi

0
historipos

Proyek Pembangunan Kandang Ayam di Karya Baru Diduga Janggal, Ketua BPD Tutup Mata?

0

Persoalkan TKD yang Belum Cair, Nirwan Due Minta BKD Pohuwato Buka-bukaan

Juni 11, 2026

Soroti Prosedur Tambahan BKD, Ketua Komisi II DPRD Pohuwato: Jangan Sampai Aturan BKD Malah Persulit Birokrasi

Juni 11, 2026

Investasi Raksasa Tapi Minim Manfaat, Warga Lokal Hanya Jadi Penonton di Negeri Sendiri?

Juni 10, 2026

Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat di Randangan, BRI Cabang Marisa Lakukan Investigasi Internal

Juni 8, 2026
Parlemen

Persoalkan TKD yang Belum Cair, Nirwan Due Minta BKD Pohuwato Buka-bukaan

by Redaksi
Juni 11, 2026
0
0

HistoriPos.com, Pohuwato — Keterlambatan penyaluran Transfer Keuangan Desa (TKD) menjadi sorotan utama dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan DPRD Pohuwato...

Read more

Soroti Prosedur Tambahan BKD, Ketua Komisi II DPRD Pohuwato: Jangan Sampai Aturan BKD Malah Persulit Birokrasi

Investasi Raksasa Tapi Minim Manfaat, Warga Lokal Hanya Jadi Penonton di Negeri Sendiri?

Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat di Randangan, BRI Cabang Marisa Lakukan Investigasi Internal

Pinjaman Lunas Berubah Tunggakan, Nasabah BRI di Randangan Keget Ditagih Tunggakan 19 Juta

  • Babak Baru Kasus Penganiayaan di Marisa: Tersangka FH Resmi Jadi Tahanan Kejaksaan

    219 shares
    Share 88 Tweet 55
  • Dianiaya hingga Kehilangan Penglihatan, Reza Justru Dipanggil Polisi atas Laporan Terduga Pelaku

    160 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Hasil Medis: Mata Kiri Rezaldi Alami Buta Permanen, Kuasa Hukum Minta Penyidik Tahan Pelaku

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • Siap-Siap, Nasir Kantongi Bukti Keterlibatan Oknum Kepala Desa dan ASN Pada Pemilu 2024

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Sudah P21, Istri Almarhum Reza Pertanyakan Kinerja Polres Pohuwato Terkait Pelimpahan Tersangka Uci

    75 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2023 Historipos - Hosted By MJP Cloud Service.

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Hukum
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • Opini
  • Info

© 2023 Historipos - Hosted By MJP Cloud Service.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.