HistoriPos.com, Pohuwato — Perayaan Lebaran Ketupat di Kabupaten Pohuwato tahun ini berlangsung meriah. Ribuan warga memadati kawasan wisata Pantai Pohon Cinta, Desa Palopo, Kecamatan Marisa, untuk menyaksikan ajang balap perahu katinting yang digelar pada Kamis (26/03/2026).
Ajang tahunan yang telah magnet hiburan bagi masyarakat pasca-perayaan Idul Fitri di Kabupaten Pohuwato. Sejak siang hari, penonton dari berbagai penjuru Kabupaten Pohuwato tampak antusias memenuhi bibir pantai guna memberikan dukungan kepada 27 para peserta yang berkompetisi di perairan yang cukup menantang.
Suara deru mesin perahu berkapasitas besar memecah suasana Pantai Pohon Cinta. Perahu-perahu katinting melaju kencang, saling beradu kecepatan dan ketangkasan dalam menaklukkan ombak. Persaingan ketat antarpeserta dari berbagai wilayah di Pohuwato ini tak hanya memacu adrenalin para pembalap, tetapi juga memberikan tontonan yang menghibur bagi warga yang hadir.
Ketua panitia pelaksana melalui Sekretarisnya, Nando Himran, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara tersebut. Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan wadah penting untuk melestarikan budaya lokal sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Kegiatan ini bisa terlaksana dengan lancar dan aman berkat kerja sama semua pihak, terutama para pemuda yang terlibat langsung dalam pelaksanaannya,” ujar Nando saat ditemui di lokasi kegiatan.
Salah satu aspek yang paling menonjol dalam penyelenggaraan tahun ini adalah kemandirian panitia. Nando menegaskan bahwa seluruh rangkaian acara ini merupakan murni inisiatif dan hasil swadaya pemuda setempat tanpa adanya dukungan sponsor dari pihak manapun.
“Kegiatan ini benar-benar swadaya dari pemuda. Kami tidak memiliki sponsor, namun dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kegiatan ini tetap bisa terlaksana dengan baik. Ini menjadi bukti bahwa pemuda Pohuwato mampu berkontribusi nyata dalam menjaga tradisi daerah,” tambahnya dengan penuh optimisme.
Keberhasilan acara yang menyedot perhatian massa ini diharapkan menjadi sinyal positif bagi pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Pohuwato. Panitia berharap ajang balap katinting dapat terus berkembang dan mendapatkan dukungan yang lebih luas di masa depan agar bisa dikemas secara lebih profesional sebagai ikon wisata unggulan daerah.
Melalui semangat gotong royong ini, tradisi balap katinting kembali membuktikan bahwa olahraga tradisional masih memiliki daya tarik yang kuat bagi masyarakat dan menjadi identitas budaya yang patut dibanggakan di setiap momen Lebaran Ketupat.
Kedepannya, Nando berharap ajang balap katinting menjadi ikon, dan berkembang serta mendapat dukungan luas. Dengan adanya tradisi balap katinting dapat mempererat tali silaturahmi dalam momet Idul Fitri. (Rh)

















