HistoriPos.com, Pohuwato — Dominasi tenaga kerja dari luar daerah di lingkungan perusahaan kembali menjadi sorotan tajam masyarakat. Di tengah tingginya harapan warga untuk mendapatkan manfaat langsung dari keberadaan investasi, peluang kerja bagi masyarakat lokal dinilai masih belum optimal.
Sejumlah warga menilai komposisi tenaga kerja yang ada saat ini belum mencerminkan semangat pemberdayaan masyarakat sekitar. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar, mengingat banyak pelamar lokal yang mengaku telah mengikuti proses rekrutmen namun belum berhasil diterima bekerja.
Ketimpangan jumlah di mana pekerja dari luar daerah berada dalam porsi yang lebih besar memunculkan persepsi bahwa kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar masih sangat terbatas. Padahal, salah satu harapan utama masyarakat terhadap hadirnya perusahaan adalah terbukanya lapangan pekerjaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga setempat.
Kondisi di lapangan dinilai berbanding terbalik dengan ekspektasi pencari kerja lokal yang kesulitan menembus akses ketenagakerjaan di wilayahnya sendiri.
“Jangankan diterima, bahakan untuk dipanggil dalam interview saja tidak ada,” ungkap salah satu masyarakat yang tidak ingin disebutkan namanya.
Menyikapi hal ini, masyarakat berharap pihak manajemen perusahaan dapat lebih transparan dalam proses rekrutmen. Transparansi tersebut mencakup penyampaian kebutuhan kualifikasi tenaga kerja secara terbuka serta kejelasan mengenai alasan belum terserapnya lebih banyak tenaga kerja lokal.
Selain menuntut keterbukaan, perusahaan juga didorong untuk memperkuat program pelatihan dan peningkatan keterampilan bagi masyarakat sekitar. Langkah ini dinilai penting agar modal SDM lokal mampu memenuhi spesifikasi dan kualifikasi yang dibutuhkan oleh industri.
Oleh karena itu, pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam mendorong terciptanya keseimbangan antara kebutuhan perusahaan dan kepentingan masyarakat lokal. Dengan demikian, keberadaan investasi tidak hanya memberikan dampak ekonomi secara makro, tetapi juga menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh warga di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Masyarakat menegaskan agar instansi terkait segera turun tangan melakukan pengawasan dan tidak membiarkan polemik ketenagakerjaan ini berlarut-larut.
“Kami meminta pemerintah jangan hanya diam dan harus mengevaluasi serta memperhatikan apa yg terjadi saat ini,” pungkasnya.
Sorotan terhadap komposisi tenaga kerja ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai ekonomi yang dihasilkan. Lebih dari itu, indikator keberhasilan investasi sejati terletak pada sejauh mana masyarakat lokal memperoleh kesempatan untuk tumbuh dan berkembang bersama hadirnya perusahaan. (Rh)
















