• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 23 Januari, 2026
Histori Pos
  • Daerah
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • Info
    • Opini
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Histori Pos
  • Daerah
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • Info
    • Opini
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Histori Pos
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • Info

Home » Menakar Relevansi Ideopolstratak HMI di Tengah Arus Turbulensi Demokrasi Nasional

Menakar Relevansi Ideopolstratak HMI di Tengah Arus Turbulensi Demokrasi Nasional

Redaksi by Redaksi
Januari 23, 2026
in Opini
0 0
0
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH:

Nama : Hardiknas Dulman
Badko : Sulut-Go
Cabang : Pohuwato

Latar Belakang Masalah

RelatedPosts

Wawan Hatama, Tokoh Muda Popayato yang Berjuang dari Keterbatasan

Tantangan Pemilihan Ketua AJP: Siapa Pemimpin Selanjutnya.?

Jelang Silatda AJP Ke&IV, di Pastikan Akan Memanas, Sejumlah Nama Mulai Mencuat

*Penguasa Dan Partai Politik*

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sejak kelahirannya memosisikan diri sebagai organisasi kader yang memikul tanggung jawab historis dalam membangun kualitas manusia Indonesia dan menjaga arah kehidupan kebangsaan. Rumusan Ideologi, Politik, Organisasi, Strategi, dan Taktik (Ideopolstratak) disusun bukan sebagai dokumen administratif, melainkan sebagai panduan nilai dan arah gerak agar HMI tidak terjebak dalam arus kekuasaan yang pragmatis. Namun, dinamika demokrasi Indonesia kontemporer menghadirkan tantangan yang jauh lebih kompleks dan cair dibandingkan periode sebelumnya.

Demokrasi nasional hari ini berada dalam situasi turbulen yang ditandai oleh polarisasi politik ekstrem, menguatnya politik identitas, serta kecenderungan pelemahan institusi demokrasi. Di saat yang sama, oligarki ekonomi-politik semakin mengonsolidasikan kekuasaan melalui kontrol terhadap sumber daya, media, dan kebijakan publik. Dalam kondisi ini, peran mahasiswa—termasuk HMI sering kali tereduksi menjadi simbol moral yang lantang di ruang wacana, tetapi tumpul dalam daya tekan politik. Realitas tersebut memunculkan pertanyaan mendasar: apakah Ideopolstratak HMI masih relevan sebagai kompas perjuangan, atau justru membutuhkan pembacaan ulang dan reaktualisasi agar tetap kontekstual?

Fakta dan Data

Berbagai indikator demokrasi menunjukkan adanya kemunduran yang patut dicermati. Laporan Economist Intelligence Unit (EIU) dan Freedom House secara konsisten menempatkan Indonesia dalam kategori Flawed Democracy. Hal ini tercermin dari menurunnya kualitas kebebasan sipil, lemahnya akuntabilitas kekuasaan, serta rendahnya partisipasi publik yang bermakna.

Penyempitan ruang sipil juga semakin nyata melalui penggunaan pasal-pasal karet, seperti dalam Undang-Undang ITE, yang membuka ruang kriminalisasi terhadap aktivis, jurnalis, dan mahasiswa. Praktik ini melahirkan chilling effect yang membungkam kritik dan membiasakan masyarakat pada ketakutan. Di sisi lain, menguatnya politik dinasti dan pragmatisme elektoral menunjukkan bahwa demokrasi prosedural berjalan tanpa substansi.

Disrupsi digital turut memperumit situasi. Algoritma media sosial menciptakan filter bubble dan polarisasi wacana, sehingga proses pendidikan politik menjadi dangkal dan emosional. Dalam konteks internal HMI, persoalan juga muncul secara struktural: pragmatisme kader dalam aspek ideologi, kesan netralisasi organisasi dalam aspek politik akibat kedekatan elit organisasi dengan kekuasaan, pola perkaderan yang cenderung kaku dan tekstual dalam aspek strategi, serta menurunnya efektivitas aksi massa sebagai taktik gerakan di tengah perubahan lanskap politik.

Fokus Bahasan

Fokus utama persoalan terletak pada upaya menjaga independensi etis dan organisatoris HMI di tengah tarikan kepentingan alumni (KAHMI), partai politik, dan kekuasaan negara. Independensi bukan berarti menjauh dari politik, melainkan memastikan bahwa keterlibatan politik kader tidak mengorbankan nilai, prinsip, dan garis ideologis organisasi. Dalam konteks ini, HMI perlu mereposisi diri sebagai pressure group yang kritis, objektif, dan berbasis analisis, bukan sekadar sebagai penonton atau bahkan aksesoris legitimasi kekuasaan.

Opini Pribadi

HMI harus berani melakukan dekonstruksi dan rekonstruksi terhadap pemahaman Ideopolstratak. Ideologi tidak boleh berhenti sebagai hafalan dalam forum Latihan Kader (LK), tetapi harus menjadi pisau analisis sosial untuk membaca ketimpangan, ketidakadilan, dan penyalahgunaan kekuasaan. Tanpa jangkar ideologi yang kuat, kader HMI akan mudah terseret dalam politik transaksional yang mengabaikan nilai keislaman dan keindonesiaan yang moderat, kritis, dan berkeadaban. Ideopolstratak harus dihidupkan sebagai kesadaran praksis, bukan sekadar simbol organisasi.

Call to Action

Sudah saatnya Ideopolstratak tidak lagi diperlakukan sebagai dokumen normatif yang sakral tetapi beku. Diperlukan keberanian kolektif untuk membedah kembali khitah perjuangan HMI secara jujur dan reflektif. Mari uji ketangguhan nalar independensi kita di hadapan godaan kekuasaan yang semakin pragmatis dan transaksional. Jika hari ini kita memilih diam saat demokrasi terus tergerus, maka bukan hanya demokrasi yang sedang sekarat, tetapi juga ideologi yang selama ini kita banggakan dan perjuangkan.

Tags: Badko HMI SulutgoHardiknas DulmanHimpunan Mahasis IslamIdeopolistraktak
ShareTweetSend
Previous Post

Polres Pohuwato Limpahkan 3 Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal Buntulia ke Kejari

Next Post

Menakar Masa Depan Demokrasi Indonesia: Analisis Teknis Peran HMI sebagai Penjaga Nilai dan Etika Politik

Redaksi

Redaksi

Sebagai TIM Redaksi di historipos.com

Related Posts

Opini

*Penguasa Dan Partai Politik*

Juni 13, 2023
0
Opini

Jadikan Pemilu Kali Ini Kembali Pada Akarnya

Januari 3, 2024
11
Opini

Palu Parlemen DPRD Pohuwato Berpindah Tangan, Siapa Penerusnya?

Mei 20, 2024
40
historipos
Opini

Tantangan Pemilihan Ketua AJP: Siapa Pemimpin Selanjutnya.?

September 12, 2023
0
historipos
Opini

Nahdliyin Dalam Pusaran Pilpres 2024

November 1, 2023
0
Opini

Tambang di Bumi Panua, Emasnya Untuk Siapa ?

April 14, 2025
20
Load More
Next Post

Menakar Masa Depan Demokrasi Indonesia: Analisis Teknis Peran HMI sebagai Penjaga Nilai dan Etika Politik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Dianiaya hingga Kehilangan Penglihatan, Reza Justru Dipanggil Polisi atas Laporan Terduga Pelaku

September 16, 2025

Hasil Medis: Mata Kiri Rezaldi Alami Buta Permanen, Kuasa Hukum Minta Penyidik Tahan Pelaku

Oktober 3, 2025

Siap-Siap, Nasir Kantongi Bukti Keterlibatan Oknum Kepala Desa dan ASN Pada Pemilu 2024

Februari 17, 2024

Bermodalkan Kuitansi, Aset Pemerintah Daerah di Lahan HGU Dibongkar Sepihak

November 13, 2025

Tak Hadirnya PT PETS, Mediasi Perkara IUP KUD di Tunda

0
historipos

Gegara Tak Terima Anaknya di Tuduh Pencuri, Orang Tau Siswa Mengamuk di Sekolah

0
historipos

Kuasa Hukum Penambang Pohuwato Ungkap Alasan di Tundanya Mediasi

0
historipos

Proyek Pembangunan Kandang Ayam di Karya Baru Diduga Janggal, Ketua BPD Tutup Mata?

0

Menakar Masa Depan Demokrasi Indonesia: Analisis Teknis Peran HMI sebagai Penjaga Nilai dan Etika Politik

Januari 23, 2026

Menakar Relevansi Ideopolstratak HMI di Tengah Arus Turbulensi Demokrasi Nasional

Januari 23, 2026

Polres Pohuwato Limpahkan 3 Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal Buntulia ke Kejari

Januari 16, 2026

Tak Ada Ampun! Kapolda Gorontalo Sikat Mafia PETI di Jantung Kota Pohuwato

Januari 14, 2026
Opini

Menakar Masa Depan Demokrasi Indonesia: Analisis Teknis Peran HMI sebagai Penjaga Nilai dan Etika Politik

by Redaksi
Januari 23, 2026
0
0

Oleh: Erni Latif (Cabang Pohuwato)Peserta: Advance Training LK III Badko HMI Sulut-Go Latar Belakang Masalah Sejak era Reformasi tahun 1998,...

Read more

Menakar Relevansi Ideopolstratak HMI di Tengah Arus Turbulensi Demokrasi Nasional

Polres Pohuwato Limpahkan 3 Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal Buntulia ke Kejari

Tak Ada Ampun! Kapolda Gorontalo Sikat Mafia PETI di Jantung Kota Pohuwato

Kapolda Gorontalo Bongkar Borok PETI: Biang Kerok Banjir yang Sengsarakan Rakyat Pohuwato!

  • Dianiaya hingga Kehilangan Penglihatan, Reza Justru Dipanggil Polisi atas Laporan Terduga Pelaku

    158 shares
    Share 63 Tweet 40
  • Hasil Medis: Mata Kiri Rezaldi Alami Buta Permanen, Kuasa Hukum Minta Penyidik Tahan Pelaku

    85 shares
    Share 34 Tweet 21
  • Siap-Siap, Nasir Kantongi Bukti Keterlibatan Oknum Kepala Desa dan ASN Pada Pemilu 2024

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Bermodalkan Kuitansi, Aset Pemerintah Daerah di Lahan HGU Dibongkar Sepihak

    64 shares
    Share 26 Tweet 16
  • Motif Suami di Pohuwato Tega Habisi Nyawa Istri dan Temannya Terungkap

    56 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2023 Historipos - Hosted By MJP Cloud Service.

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Hukum
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • Opini
  • Info

© 2023 Historipos - Hosted By MJP Cloud Service.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.