• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 15 Maret, 2026
Histori Pos
  • Daerah
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • Info
    • Opini
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Histori Pos
  • Daerah
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • Info
    • Opini
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Histori Pos
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • Info

Home » Tantangan Kesenjangan Pendidikan Usia Dini di Desa Buhu Jaya

Tantangan Kesenjangan Pendidikan Usia Dini di Desa Buhu Jaya

Redaksi by Redaksi
Maret 17, 2024
in Opini, Pendidikan
7 0
0
6
SHARES
67
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

HistoriPos.com, Pohuwato – Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Pohuwato, yang berada di Desa Buhu Jaya, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato, pasca melaksanakan pengabdian kurang lebih 45 hari lamanya, cukup prihatin dengan banyaknya  anak usia dini yang tidak tersentuh oleh pendidikan pada desa itu sendiri.

Bahkan, setelah dilakukan observasi di setiap dusun yang ada di desa tersebut, banyak anak usia dini yang seharusnya masih butuh bimbingan pendidikan serta ilmu yang bermanfaat di bangku sekolah, terhenti karena faktor ekonomi, juga pendidikan di era globalisasi yang memiliki banyak tantangan khususnya pada keluarga yang berpenghasilan rendah.

Melihat data yang diperoleh saat melakukan pendataan. Sedikitnya, ada kurang lebih 60 orang anak usia dini  di Desa Buhu Jaya tercatat tak lagi tersentuh Pendidikan.

Sehingganya, angka putus sekolah pada anak usia dini terus meningkat, dengan faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab utama. Fenomena ini menyoroti ketidakmerataan akses pendidikan di kalangan keluarga berpenghasilan rendah.

Padahal, Pendidikan usia dini memiliki peran penting dalam membentuk fondasi yang kuat bagi perkembangan anak-anak. Namun, realitas yang dihadapi banyak orang tua adalah tantangan ekonomi yang menghambat akses mereka terhadap layanan pendidikan berkualitas.

Dari sudut pandang ekonomi, biaya pendidikan bukan hanya lagi terkait dengan sekolah itu sendiri. Masih ada biaya-biaya tambahan seperti transportasi, buku-buku, seragam sekolah, dan keperluan lainnya yang kadang tidak terjangkau bagi keluarga dengan penghasilan rendah.

Tingginya biaya hidup dan rendahnya upah minimum di beberapa wilayah juga menjadi faktor yang mengakibatkan orang tua terpaksa memprioritaskan kebutuhan dasar seperti makanan, kesehatan, dan tempat tinggal daripada pendidikan anak-anak mereka.

Hal ini memunculkan kesenjangan sosial yang semakin melebar, di mana anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah memiliki peluang pendidikan yang lebih terbatas dibandingkan dengan mereka yang berasal dari keluarga berpenghasilan tinggi. Ini juga dapat berdampak negatif pada mobilitas sosial dan perkembangan sumber daya manusia di masa depan.

Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah konkret dari pemerintah dan berbagai pihak terkait untuk mengatasi masalah ini. Bantuan pendidikan dan subsidi untuk keluarga berpenghasilan rendah, peningkatan akses terhadap program beasiswa, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan usia dini dapat menjadi solusi yang efektif untuk mengurangi angka putus sekolah anak usia dini akibat faktor ekonomi.

Berikut beberapa solusi dari  Mahasiswa KKN-T  Desa Buhu Jaya, yang dapat di  tawarkan  kepada pemerintah terkait banyaknya anak usia dini yang tidak tersentuh oleh pendidikan karena faktor ekonomi:

1. Subsidi Pendidikan: Pemerintah dapat memberikan subsidi atau bantuan pendidikan kepada keluarga berpenghasilan rendah untuk mengurangi beban biaya pendidikan seperti biaya sekolah, buku-buku, dan seragam.

2. Program Beasiswa: Peningkatan akses terhadap program beasiswa bagi anak usia dini dari keluarga berpenghasilan rendah dapat membantu mereka untuk tetap melanjutkan pendidikan tanpa terhambat oleh masalah ekonomi.

3. Pengembangan Layanan Pendidikan Gratis: Mendorong pengembangan layanan pendidikan gratis untuk anak usia dini di tingkat desa atau kelurahan, termasuk penyediaan makanan tambahan dan transportasi sekolah.

4. Pendidikan Inklusif: Memperkuat sistem pendidikan inklusif yang memperhatikan keberagaman sosial dan ekonomi, sehingga semua anak memiliki akses yang sama terhadap pendidikan berkualitas. (Wahyu)

RelatedPosts

Debat Kedua Pilkada Pohuwato, Tantangan dan Harapan untuk Meningkatkan Pelayanan dan Memajukan Daerah

Mahasiswa Baru Unipo Diduga ‘Didepak’ Kampus Usai Beritakan Tunggakan Gaji Dosen

Ironi Panggung Politik

Pendidikan Pohuwato Stagnan, HMI Tuntut Kadis Pendidikan Dievaluasi

Tags: Buhu JayaPendidikanPendidikan Usia DiniPohuwato
Share2Tweet2Send
Previous Post

Sidang Unras 21 September: Kuasa Hukum Minta Bebaskan Terdakwa, Sebut Tuntutan JPU Tidak Terbukti

Next Post

Gantikan Almarhum Yunus Usman Abdullah, Bahrudin Ismail: Lanjutkan Aspirasi yang Ditinggalkan Almarhum

Redaksi

Redaksi

Sebagai TIM Redaksi di historipos.com

Related Posts

Pendidikan

Ketua Komisi III DPRD Pohuwato Temukan 22 Masalah di Rusunawa Syah

Februari 5, 2025
11
Opini

Investor Sawit Pencuri Emas Harus Diproses Hukum

Januari 21, 2025
35
Pendidikan

Wisudah Perdana, 430 Mahasiswa Universitas Pohuwato Resmi Sandang Gelar Sarjana

November 25, 2024
36
Opini

Menakar Relevansi Ideopolstratak HMI di Tengah Arus Turbulensi Demokrasi Nasional

Januari 23, 2026
29
Pendidikan

Demo Soal Alfamidi, Nasir Giasi Kaget Dengar Pembangunan Retil Alfamidi di Pohuwato

Oktober 10, 2024
4
Pendidikan

168 Mahasiswa UNIPO Ikuti KKN-T di Taluditi, ini Harapan Bupati

Januari 20, 2025
2
Load More
Next Post

Gantikan Almarhum Yunus Usman Abdullah, Bahrudin Ismail: Lanjutkan Aspirasi yang Ditinggalkan Almarhum

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Dianiaya hingga Kehilangan Penglihatan, Reza Justru Dipanggil Polisi atas Laporan Terduga Pelaku

September 16, 2025

Hasil Medis: Mata Kiri Rezaldi Alami Buta Permanen, Kuasa Hukum Minta Penyidik Tahan Pelaku

Oktober 3, 2025

Siap-Siap, Nasir Kantongi Bukti Keterlibatan Oknum Kepala Desa dan ASN Pada Pemilu 2024

Februari 17, 2024

Bermodalkan Kuitansi, Aset Pemerintah Daerah di Lahan HGU Dibongkar Sepihak

November 13, 2025

Tak Hadirnya PT PETS, Mediasi Perkara IUP KUD di Tunda

0
historipos

Gegara Tak Terima Anaknya di Tuduh Pencuri, Orang Tau Siswa Mengamuk di Sekolah

0
historipos

Kuasa Hukum Penambang Pohuwato Ungkap Alasan di Tundanya Mediasi

0
historipos

Proyek Pembangunan Kandang Ayam di Karya Baru Diduga Janggal, Ketua BPD Tutup Mata?

0

Kinerja Satpol PP Pohuwato Dipertanyakan: Penegakan Perda Mati Suri di Tengah Maraknya Praktek Maksiat di Pusat Ibu Kota

Maret 12, 2026

Imbas Kebijakan Gubernur Gorontalo, Akbar Baderan: Hasil Keringat Rakyat Kini Tak Bernilai Jual

Maret 10, 2026

Moh Afif Kritik Gubernur Gorontalo: Penertiban Tambang Tanpa Solusi Matikan Ekonomi Rakyat!

Maret 10, 2026

Kritik Keras Fraksi Gerindra: Pemprov Gorontalo Dinilai Apatis Terhadap Nasib Ribuan Penambang Pohuwato

Maret 10, 2026
Hukum

Kinerja Satpol PP Pohuwato Dipertanyakan: Penegakan Perda Mati Suri di Tengah Maraknya Praktek Maksiat di Pusat Ibu Kota

by Redaksi
Maret 12, 2026
0
19

HistoriPos.com, Pohuwato — Kabupaten Pohuwato tengah berada dalam sorotan tajam akibat maraknya berbagai aktivitas yang dinilai melanggar norma sosial dan...

Read more

Imbas Kebijakan Gubernur Gorontalo, Akbar Baderan: Hasil Keringat Rakyat Kini Tak Bernilai Jual

Moh Afif Kritik Gubernur Gorontalo: Penertiban Tambang Tanpa Solusi Matikan Ekonomi Rakyat!

Kritik Keras Fraksi Gerindra: Pemprov Gorontalo Dinilai Apatis Terhadap Nasib Ribuan Penambang Pohuwato

HUT ke-9 SMSI, Pengurus Pohuwato Gelar Amaliah Ramadan dan Wakaf Al-Qur’an

  • Dianiaya hingga Kehilangan Penglihatan, Reza Justru Dipanggil Polisi atas Laporan Terduga Pelaku

    158 shares
    Share 63 Tweet 40
  • Hasil Medis: Mata Kiri Rezaldi Alami Buta Permanen, Kuasa Hukum Minta Penyidik Tahan Pelaku

    85 shares
    Share 34 Tweet 21
  • Siap-Siap, Nasir Kantongi Bukti Keterlibatan Oknum Kepala Desa dan ASN Pada Pemilu 2024

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Bermodalkan Kuitansi, Aset Pemerintah Daerah di Lahan HGU Dibongkar Sepihak

    64 shares
    Share 26 Tweet 16
  • Motif Suami di Pohuwato Tega Habisi Nyawa Istri dan Temannya Terungkap

    56 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2023 Historipos - Hosted By MJP Cloud Service.

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Hukum
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • Opini
  • Info

© 2023 Historipos - Hosted By MJP Cloud Service.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.