HistoriPos.com, Pohuwato — Menurunnya fungsi saluran irigasi dan ancaman luapan air akibat pendangkalan menjadi perhatian serius bagi YR TIM. Sebagai bentuk dedikasi nyata terhadap sektor pertanian dan kelestarian lingkungan, kelompok relawan ini secara berkala menerjunkan tim untuk melakukan pengerukan sedimen dan pembersihan sampah di kawasan Bendungan Taluduyunu.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Akumulasi material sedimen dan sampah yang menyumbat aliran sungai disinyalir menjadi penyebab utama terhambatnya distribusi air ke lahan-lahan pertanian warga, sekaligus meningkatkan risiko banjir saat intensitas hujan meningkat.
Ketua YR Tim menegaskan bahwa normalisasi ini merupakan agenda prioritas untuk mengembalikan fungsi optimal sungai. Menurutnya, pembersihan secara rutin adalah kunci untuk meminimalisir dampak buruk cuaca ekstrem di titik-titik rawan bencana.
“Ini bukan hanya soal pengerukan sungai, tetapi ini bentuk komitmen YR TIM atas menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan.
Ia menambahkan bahwa gerakan ini juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat luas. Baginya, menjaga kebersihan sungai adalah tanggung jawab kolektif demi menjaga keseimbangan ekosistem lokal yang menjadi tumpuan hidup banyak orang.
Kegiatan ini disambut hangat oleh para petani setempat yang selama ini bergantung sepenuhnya pada aliran air dari Bendungan Taluduyunu. Kelancaran irigasi adalah urat nadi bagi produktivitas pangan di wilayah tersebut.
Salah satu petani mengungkapkan rasa syukurnya atas inisiatif yang dilakukan YR TIM. Ia menilai langkah ini sangat meringankan beban kekhawatiran warga, terutama saat memasuki musim penghujan yang kerap membawa ancaman banjir.
Ia berharap, kegiatan yang dilakukan YR TIM ini dapat menjadi contoh bagi pihak lain untuk terus peduli terhadap lingkungan sekitar. Ke depan, program serupa direncanakan akan terus dilakukan secara berkala demi menjaga keberlanjutan fungsi sungai sebagai sumber kehidupan masyarakat lebih khusus bagi para petani.
“Dengan adanya normalisasi ini, diharapkan aliran sungai di Taludyunu kembali optimal dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekitar,” Pungkasnya. (Rh)
















