Jajaran kepolisian gabungan dari Polda Gorontalo, Polres Pohuwato, dan Polsek Popayato Barat melakukan langkah tegas terhadap aktivitas pertambangan dengan mengamankan dua unit alat berat jenis ekscavator di kawasan Desa Molosipat, Kecamatan Popayato Barat, Sabtu malam (2/5/2026).
Kegiatan pertambangan rakyat menggunakan ekskavator di wilayah Pohuwato belakangan ini memang menjadi sorotan publik. Meskipun kerap dilakukan penertiban, aktivitas serupa masih terus berlangsung, terutama di wilayah bagian barat Kabupaten Pohuwato.
Sebelumnya, Kapolsek Popayato Barat, IPDA Ilham Siplizand, sempat memberikan klarifikasi bahwa kegiatan pertambangan dengan alat berat yang sempat dipertanyakan berada di wilayah hukum Sulawesi Tengah, bukan di wilayah hukum Pohuwato. Namun, pada operasi yang berlangsung Sabtu malam tersebut, petugas berhasil mengamankan dua unit ekskavator di kawasan Molosipat.
Meski mengamankan barang bukti berupa alat berat, Kapolsek Popayato Barat menegaskan bahwa pihaknya tidak menemukan adanya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang sedang beroperasi saat pengecekan dilakukan.
“Betul, kami dari jajaran Polda, Polres dan Polsek melakukan monitoring aktivitas PETI di Molosipat, namun tidak ditemukan kegiatan PETI,” kata Kapolsek Popayato Barat saat dikonfirmasi, Ahad, 3 Mei 2026.
Terkait detail penemuan alat berat tersebut, pihak kepolisian memberikan penjelasan mengenai posisi penemuan. Salah satu alat berat ditemukan dalam kondisi terparkir di kawasan hutan. Saat ini, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan titik koordinat wilayah administratif alat berat tersebut.
“Akan tetapi kami mengamankan satu alat parkir yang sudah berada di kawasan hutan. Namun akan didalami apakah daerah Sulteng atau Gorontalo,” ungkap Ilham.
Selain alat berat yang ditemukan di kawasan hutan, polisi juga mengamankan satu unit ekskavator lainnya yang berada di area pemukiman warga. Alat berat tersebut kini dalam penyelidikan lebih lanjut karena diduga membawa bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi.
“Kami juga mengamankan satu alat lagi, yang parkir dibelakang rumah masyarakat di Desa Molosipat yang diduga bermuatan BBM Solar bersubsidi,” terangnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus mendalami temuan tersebut, termasuk melakukan koordinasi terkait status wilayah dan asal-usul BBM yang diduga solar bersubsidi tersebut. (Rh)


















