HistoriPos.com, Pohuwato — Kondisi kualitas udara yang dinilai kurang kondusif akibat dugaan dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menggugah kepedulian berbagai pihak di Kabupaten Pohuwato. Menanggapi situasi tersebut, Yayasan Rakyat Tunas Indonesia Maju (YR TIM), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), serta aliansi Cipayung Plus menggelar aksi sosial dengan membagikan 10.000 masker gratis kepada masyarakat pada Kamis (15/10/2026).
Aksi kepedulian lingkungan dan kesehatan ini menyasar warga di lima wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Paguat, Marisa, Duhiadaa, Patilanggio, hingga Randangan. Langkah nyata ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab sosial organisasi pemuda di tengah ancaman kabut asap yang dipicu oleh karhutla dari luar daerah maupun titik kebakaran lokal di kawasan Gorontalo.
Ketua KNPI Marisa, Erik Munandar, menegaskan bahwa penanganan isu kesehatan dan keselamatan warga membutuhkan tindakan langsung di lapangan, bukan sekadar imbauan verbal semata.
“Bukan hanya sekadar memberikan imbauan, tetapi juga melakukan aksi nyata. Kami ingin kehadiran organisasi kepemudaan benar-benar dirasakan masyarakat, terutama ketika ada kondisi yang berpotensi mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari,” ujar Erik.
Menurut Erik, pembagian 10.000 masker gratis ini merupakan langkah konkret untuk membantu warga menjaga daya tahan serta kesehatan saluran pernapasan saat menjalankan aktivitas sehari-hari di luar rumah.
Ia juga menambahkan bahwa aksi kolektif ini mencerminkan betapa pentingnya sinergi antarelemen bangsa dalam menghadapi persoalan sosial dan lingkungan.
Dalam kesempatan itu, Erik memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada YR TIM yang bertindak sebagai donatur utama, sehingga jangkauan pembagian masker dapat menjangkau lima kecamatan sekaligus.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada YR TIM yang telah menjadi donatur utama dalam kegiatan ini. Dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap kesehatan masyarakat Pohuwato. Semoga kolaborasi seperti ini terus terjalin dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Tak hanya sektor pemuda dan yayasan sosial, sektor pelayanan kesehatan daerah turut ambil bagian. RSUD Bumi Panua di bawah kepemimpinan dr. Dian Tambunan memberikan dukungan nyata berupa bantuan 500 masker untuk menyukseskan program ini.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada RSUD Bumi Panua, khususnya Ibu Direktur dr. Dian Tambunan, yang telah berpartisipasi dengan memberikan 500 masker untuk kegiatan ini. Dukungan ini sangat berarti dan menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama,” tambah Erik.
Melalui gerakan sosial ini, kolaborasi YR TIM, KNPI, dan Cipayung Plus berharap dapat meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya perlindungan diri. Meski masker menjadi perlindungan awal, masyarakat tetap diimbau untuk terus memantau informasi resmi mengenai perkembangan kualitas udara dari instansi berwenang.
Inisiatif lintas organisasi ini menjadi bukti nyata hadirnya pemuda di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat nilai gotong royong dalam menghadapi tantangan kesehatan dan lingkungan di Kabupaten Pohuwato. (Rh)

















