HistoriPos.com, Pohuwato — Sat Reskrim Polres Pohuwato resmi melakukan penahanan terhadap seorang oknum Kepala Desa berinisial KR (36), atas dugaan keterlibatan dalam tindak pidana Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Penahanan dilakukan di Mapolres Pohuwato pada Senin (13/04/2026) malam pukul 22.00 WITA.
Berdasarkan laporan resmi Polres Pohuwato melalui Humas Bripka Desri Akim menyatakan, penahanan ini merupakan tindak lanjut dari laporan polisi nomor LP/A/12/IV/2026/SPKT/Res-Phwt/Polda-Gtlo yang diterbitkan pada 7 April 2026. Tersangka KR yang menjabat sebagai Kepala Desa tersebut diduga kuat terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal di wilayah PETI Alamotu, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia.
Pihak kepolisian menjelaskan bahwa keputusan untuk menahan tersangka didasarkan pada pertimbangan penyidikan sesuai dengan Pasal 21 KUHAP.
“Penahanan dilakukan dengan pertimbangan untuk kepentingan penyidikan, karena berdasarkan hasil pemeriksaan telah diperoleh bukti yang cukup dan tersangka dikhawatirkan akan melarikan diri, merusak barang bukti, dan/atau mengulangi tindak pidana,” tulis keterangan dalam keterangan resmi.
Tersangka dijerat dengan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, Jo Pasal 20 huruf c KUHPidana. Berdasarkan regulasi tersebut, KR terancam hukuman pidana penjara maksimal 5 tahun, dan Denda materiil paling banyak sebesar Rp100.000.000.000 (seratus miliar rupiah).
Saat ini, KR tengah menjalani masa penahanan pertama selama 20 hari ke depan, terhitung mulai tanggal 13 April hingga 2 Mei 2026 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Polres Pohuwato. Pihak kepolisian memastikan bahwa tersangka dalam kondisi kesehatan yang baik saat proses administrasi penahanan dilakukan.
Surat perintah penahanan juga telah diserahkan secara resmi kepada tersangka dan tembusannya telah disampaikan kepada pihak keluarga sebagai bentuk transparansi prosedur hukum. (Rh)

















